Oleh: Harits Al-Fharizi | 24 Februari 2010

Gila tetapi tidak bodoh


Suatu hari, Muladi yang mahasiswa psikologi bersama ketiga temannya datang ke sebuah Rumah Sakit Jiwa untuk mengadakan penelitian kejiwaan disana. Muladi kebetulan dapat pinjaman mobil mewah baru ayahnya. Dengan bangga ia mengendarai mobil baru bersama teman-temannya.

Sepulang dari penelitian, tiba-tiba ban mobil Muladi kempes tepat di dekat pintu gerbang Rumah Sakit Jiwa. Muladi pun turun sambil memaki-maki dalam hati.

“Sial, sudah seharian ngumpul sama orang gila sekarang ban mobil gue kempes lagi”, gerutu Muladi.

Muladi lalu turun dari mobil dan mengganti ban mobil yang kempes dengan ban cadangan. Malangnya, saat akan memasang kembali ban mobil, keempat mur jatuh ke dalam lubang saluran air.

“Sial.. sial.. sial…!”, maki Muladi.

Jono, Ngaripun, dan Tukul teman Muladi pun hanya bisa mengangkat tangan.

“Terus gimana Jan?”, tanya Tukul.

“Nggak tahu, masa kita mesti jalan ke bengkel cari mur?”, jawab Muladi.

Tiba-tiba seorang pasien Rumah Sakit Jiwa yang dari tadi mengawasi keempat mahasiswa psikologi itu nyeletuk, “Ambil aja dari masing-masing roda satu mur lalu pasang di situ. Ntar kalau sudah ketemu bengkel baru beli mur lagi.”

Muladi dan kawan-kawan tersenyum girang dan mulai melepas satu mur dari masing-masing roda untuk memasang roda yang murnya hilang.

Setelah bersusah payah, akhirnya keempat roda sudah terpasang dan mobil sudah siap jalan lagi. Tiba-tiba terbersit satu pikiran di benak Muladi.

“Loh, bapak tadi bisa ngasih saya ide cemerlang. Lalu kenapa bapak bisa di Rumah Sakit Jiwa?”, tanya Muladi.

“Saya di sini karena gila mas. Bukan karena bodoh”, jawab si pasien sambil ngeloyor pergi.

“?????”
*********
Sering kita merasa lebih dari orang lain dan seringkali juga meremehkan kemampuannya bahkan bagi kita keberadaan mereka tidak pernah kita anggap penting dan tidak patut untuk diperhitungkan, hanya lantaran kita mempunyai kedudukan, berpangkat, berpendidikan, berharta dll, tetapi terkadang justru merekalah yang lebih mengetahui tentang sesuatu hal yang tak pernah kita bayangkan

Bagaimana kalau seandanya kata-kata “Saya di sini karena gila mas. Bukan karena bodoh” diganti “saya di sini memang bawahan pak. Tetapi saya tidak bodoh”

ingatlah jangan pernah meremehkan dan merendahkan orang orang lain, karena setiap kita mempunyai kemampuan dan keunikan masing – masing.

-Harits Azzam-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: