Oleh: Harits Al-Fharizi | 3 Maret 2010

Ketahuan……


Suatu saat Abu Nawas merasa sangat lapar, kala itu kehidupannya memangg sedang krisis. Saat yang sama, tetangga sebelahnya memiliki kebun sayur yang amat subur. Terbesitlah dalam pikiran Abu Nawas, untuk mencari sayur mayur itu.

Tanpa berfikir panjang dia menaiki sebuah tangga dan melompati sebuah tembok, sehingga sampailah di kebun sayur itu. Saat dia sedang memasukkan sayur-sayuran kedalam karung, datanglah sang pemilik kebun.

” Hai, Abu Nawas! Apa yang sedang kau lakukan di kebunku? “

Dengan tergagap Abu Nawas menjawab, ” Mmmm…anu Tuan, barusan terjadi angin kencang sehingga membawaku terlempar kekebun ini. “

“Lalu, kenapa kau pegang sayur-sayuran itu?”

“Ya, karena anginnya sangat kencag hingga aku terpaksa pegang sayur-sayuran ini agar tidak terbawa oleh angin.”

“Lalu, kenapa sayur-sayuran itu kau masukkan kedalam karung?”
“Mmmm…mmm…baik, ini dia yang saya belum tahu jawabannya tuan.”

ada hikmah yang dapat kita ambil dari kisah tersebut, bahwa ketika kita sudah berbohong, maka kita akan terus melakukan kebohongan berikutnya, untuk menutupi kebohongan kita yang pertama.

*************

Pada akhirnya, setiap kebohongan kita akan terbongkar juga, seperti halnya Abu Nawas, pada cerita diatas kebohongan yang pertama, dia selamat. Pada kebohongan ketiga dia sendiri terjebak dan terbongkar. Pada akhirnya, ia tertangkap sebagai pencuri.

Cerita Abu Nawas ini mudah-mudahan memotiasi kita untuk hidup lebih jujur, tampil apa adanya, tanpa harus membohongi diri sendiri. Apalagi berbohong pada orang lain.

Bertekadlah untuk tidak akan bebohong walau sekalipun. Insya Allah, kita akan menikmati keidahan hidup dengan tampil menjadi pribadi yang jujur. Mudah-mudahan kita tergolong menjadi pribadi-pribadi yang indah dengan berhias kejujuran, dan pantang melakukan kebohongan hingga akhir hayat nanti. Amin,amin ya Allah Rabbal Alamin.

Dari Buku : 15 Kiat Sukses Menjadi Pembicara yang Menggugah Dan Mengubah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: