Oleh: Harits Al-Fharizi | 16 April 2010

Talk Less Do More Aja Deh


Tikus dari jaman Nabi Adam sampe jaman Adam Malik sampe sekarang jaman Adam Jordan gak pernah akrab dengan yang namanya kucing. Setiap ada tikus yang kelihatan pasti tanpa pikir panjang langsung aja di kejer.

Pada suatu hari sang ketua dari Asosiasi Tikus mengundang rapat temen-temenya. hanya dalam hitungan menit hampir semua tikus sekelurahan kumpul jadi satu di ruangan rapat.

Sang Ketua bilang kepada temen2nya “Wahai saudaraku…sekarang kucing di kelurahan ini sudah sangat meraja lela, sudah puluhan bahkan mungkin ratusan saudara-saudara kita yang jadi santapanya. tidak sedikit pula bayi-bayi dari saudara2 kita menjadi korban karena keganasanya, yang mana kita sering tidak tau akan kedatanganya. Banyak juga saudara2 kita yang menjadi korban karena di serang diam-diam dari belakang.

Apakah ada yang punya usulan bagaimana menanggulangi ini semua…?

Semua Terdiam, sebagian ada yang mengerutkan keningnya menandakan bahwa dia sedang berfikir keras, sebagian ada yang menggaruk2 kepalanya tanda tidak punya ide, sebagian terlihat menopangkan tangan di dagunya yang menunjukan bahwa dia sedikit malas berfikir, dan sebagian lagi justru terlihat sedih karena teringat saudara2 nya yang menjadi korban kemarin sore akan keganansan geng kucing.

Memecah keheningan ada seekor tikus yang punya ide cemerlang, ia mengankat tanganya dan dengan wajah cerah dan mata yang berbinar ia berkata ” Pak Bos…saya punya ide…Selama ini, banyak dari saudara kita yang menjadi korban keganasan kucing adalah yang diserang dari belakang dan secara diam2 oleh kucing, begitu juga bayi2 kita, karena mereka jelas belum bisa lari kencang sedangkan mama papa nya mencari makan entah kemana. Bagaimana kalau kita ikatkan pada leher kucing itu kalung yang ada ‘krincingan’ nya. jadi begitu dia mendekat walaupun dari arah belakang kita bisa langsung tau keberadaanya. begitu juga kalau dia mau mendekati bayi2 kita.

Setuju…!!! sambut teman2nya…”Yah good idea….!!!” kata sang bos….

“Sekarang siapa yang berani mengikatkan kalung yang ada ‘krincingan’ nya ke leher kucing….?” sambung sang pemimpin rapat.

“Ogh….Jangan saya…”…”Ogh….Jangan saya…”…”Ogh….Jangan saya…” para peserta rapat ramai….

“Saya pun tidak berani….Jadi kalau tidak ada yang berani, bagaimana ide cemerlang ini bisa sukses….” kata sang pemimpin rapat sambil menundukan kepala, lalu ngeluyur keluar ruang rapat dan diikuti peserta rapat yang lainya…

***Ikhtibar***

Kita sering banyak sekali ide2 cemerlang…tapi pada waktu pelaksanaan nihil hasilnya…karena kita SULIT UNTUK MEMULAI…Lalu apa artinya ide tanpa pelaksanaan…    Jangan sampai rapat2 atau pertemuan2 yang kita laksanakan seperti rapatnya para tikus di atas…


Responses

  1. kata2 nya bagus..
    kreatif..
    lebih kreatif lagi ya
    ditunggu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: