Oleh: Harits Al-Fharizi | 29 Mei 2010

Sajak Terb(u)ang…


Sebagian dari kami adalah orang-orang terb(u)ang
Tak(kan) pernah masuk hitungan apalagi terbilang
Banyak kemungkinan yang tak ma(mp)u dimengerti
Namun kami percaya dengan arah langkah kami sendiri

Sebagian dari kami adalah orang-orang terb(u)ang
Yang hidup diantara bualan politik dan mental terbelakang
Kami Menikmati kesederhanaan yang mudah kami jalani
Bukan retorika-retorika yang tak(kan) ma(mp)u dipahami

Kau lihat !
Mereka saling terkam-menerkam
Saling tikam-menikam
Satu diantaranya adalah penjilat

Kau lihat !
Mereka berlawanan dan bertentangan
Bicara menang kalah tak ada perkawanan
Satu diantaranya tertawa menjadi wasit

Mereka membicarakan keabadian yang tak punah
Namun mereka juga sibuk mencari-cari arah
Mereka sanggah kami, namun kami punya pendapat
Mereka debat kami, namun tak ada alasan kuat

Sebagian dari kami adalah orang-orang terb(u)ang
Bebas dengan kesederhanaan yang tak mengekang
Sebagian dari kami adalah orang-orang terb(u)ang
Menikmati perjalanan, sebelum akhirnya berpulang

Sebagian dari kami adalah orang-orang terb(u)ang
Tapi ingat ! kami tak pernah menabuh genderang perang


Responses

  1. Terasa cukup emosional. Namun ada satu yang belum kupahami, kenapa harus (mp)?🙂 Nice one sobat.

    • Yup terimakasih.. sy bru bljr m’nulis sajak..
      (mp) hanya berupa pembedaan saja tidak kurang tidak lebih…😀

      • Hooo ic ic… Tapi akan lebih bagus lagi kalo tanda dalam kurung itu tidak sebagai hiasan kan? bisa saja untuk menunjukkan sesuatu. Misal (contoh jeleknya nih) artikel, kalo dikasi dalam kurung jadi ARTI(kel) kan jadi menunjuk pada kata arti, he he he.😀 Soalnya kadang aku ada ketemu puisi yang seperti itu..🙂

    • Ma(mp)u : antara mau dan mampu, terkadang kita mampu dan mau, namun jg bisa mampu namun tak mau, bs jg mau tp tak mampu dan terakhir adalah tak mampu dan tak mau…

      dalam puisi ini, krna banyaknya kemungkinan dan retorika yang tak mudah dipahami dan dimengerti, maka kami lebih memilih untuk tidak mau dan jg “pura2” tdk mampu untuk terjun kedalam kemungkinan dan retorika itu..

      kami lebih memilih kesedrehanaan yg bersahaja yg mudah kami jalani dan persahabatan dari pemusuhan ..😀

      hehehe😀

      • Hooo maksudnya MA(mp)U..😀 sori kagak nyadar, hehehehehe

    • emang (mp) artinya apa ? prasaan ga da artinya deh…hehehe😀

      • Lha, tadi kau sendiri yang menerangkan dengan detil tentang penjelasan ma(mp)u itu. Sekarang malah balik tanya. –a

    • ok ok….😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: