Oleh: Harits Al-Fharizi | 16 Februari 2011

Sebuah Kenangan Lama, yang Takkan Terlupa


Di sinilah aku pernah membuat sejarah hidupku, tentang kehidupan santri dan belajar mengantri dalam segala hal, tuk saling memahami, saling mengerti dan saling mencintai antar sesama, bahkan dari santri ngantri kita pun bisa mengambil hikmah bahwa kita pun kini sedang mengantri menanti mati.
-Masjid Ar-Riyadh sebelum renovasi-

di pesantren ini aku pernah di tempa tuk menjadi manusia yang berempati, berilmu dan juga mau bekerja keras. ketiganya harus saling melengkapi, karena bila ketiganya tidak selaras bisa berdampak ‘bahaya’ bayangkan jika ia manusia yang berempati dan juga pekerja keras namun tidak berilmu maka ia akan menjadi orang yang mudah dibodohi. jika ia pekerja keras dan berilmu namun tak berempati dengan sesama maka ia akan menjadi orang yang egois. jika ia berempati dan ‘berilmu’ namun ia bukan orang yang suka bekerja keras, maka ia hanya akan menjdi orang yang pandai bicara.
-Masjid Ar-Riyadh dalam masa renovasi-

Inilah Pimpinan Ponpes ust. Abdurahman Muhammad, seseorang yang hidupnya sederhana namun bersahaja.

Kerja bakti sudah menjadi rutinitas santri, dari nyabit rumput, mungut sampah, ngecor jalan, mindahin besi tua -wuih besinya berat nian- terjun ke empang ‘bersihin’ bunga teratai yang tak tertata. huh.. berat sih,tapi semua itu tak terasa berat bahkan sangat menyenangkan, karena kami selalu bersama-sama.

Ini Pesantren Hidayatullah di lihat dari Tower (bukan Helikopter loh :D), masih sejuk dan asri kan

Empang ikan, ya setiap santri baru akan langsung mendapat hadiah berupa empang ikan, jadi pembagiannya setiap kelas Madrasah Aliyah (setara SMA) mendapat satu empang, untuk kami urus dan menjadi tempat kami mengais rezeki setelah kebun singkong, yah setidaknya dua hal tersebut (berkebun singkong dan Empang ikan) mengajari kami tuk bisa mandiri…(bukan mandi sendiri loh :D)

Sepak bola, nah ini dia olah raga yang paling digemari para santri setalah bela diri. Kami tak peduli walau hujan mengguyur dan lapangan berlumpur, kami akan selalu siap bertempur, karena bola adalah bola adalah teman kami hehehe

Di seberang danau, itulah tempat para ninja bersembunyi. Eits, jangan salah sangka dulu, di seberang danau itulah tempat tinggal para santri putri, kami sebut mereka ninja karena kebanyakan dari para santri itu bercadar, yah 11-12 sama ninjalah,hehe…

nah ini dia teman-teman satu sekolah, satu jurusan (dulu aku jurusan bahasa arab :D) tapi taunya cuma ente ama ane doang hehehe. Mereka juga teman seperjuangan, teman seasrama, teman senampan makan dan teman senasib….kangen ueiyy..

catatan kaki santri
harits Azzam
spesial thanks to: AbdusSyakur (foto-fotonya keren banget)


Responses

  1. oo.. jd ini ya pondok kak harits dulu, bagus,, dan kayaknya juga menarik..

    • Ini pesantren sy ktika sy MA (madrasah Aliyah) stingkat dgn SMA
      iya, menarik sekali..🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: