Oleh: Harits Al-Fharizi | 5 April 2011

(Anekdot) Sungguh Terlalu !!!


Karena kurang hati-hati, seorang pedagang roti terserempet mobil hingga jatuh tersungkur. Sementara, dagangannya berceceran ke mana-mana. Dia merintih kesakitan karena lukanya cukup parah.

Tidak lama kemudian, datanglang seseorang. Orang itu mendekati pedagang itu sambil berkata, “Ada apa pak?” dengan suara perlahan dan merintih, pedagang itu menjawab, ” Ada roti kejuuuu… ada roti cokelaaat.. ada roti piisaaaang….”

*********

Kecintaan yang berlebihan terhadap dunia akan memenuhi kesadaran bahkan ketidaksadaran kita. Tanpa kita sadari, ternyata, langkah-langkah kita adalah manifestasi dari ‘kegilaan’ kita terhadap dunia. Bahkan, barangkali, ibadah kita adalah manfestasi dari ‘kegilaan’ kita itu. Bukankah banyak di antara kita shalat, puasa, zakat atau haji hanya demi gensi belaka. Untuk meningkatkan popularitas belaka.

Bahkan, kata-kata indah (mungkin termasuk tulisan ini juga) tidak terlahir dari keikhlasan hati, tetapi bersumber dari keserakahan kita terhadap dunia. Astaghfirullah!

 

Salam, Harits Azzam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: