Oleh: Harits Al-Fharizi | 5 April 2011

Kecocokan ( Antara Cinta & Egoisme)


Dari penelitian yang dilakukan, seorang ahli menyimpulkan bahwa dalam kehidupan rumah tangga, pada tahun pertama, laki-laki bicara dan pihak perempuan yang mendengarkan. Pada tahun kedua, wanita yang bicara dan pihak laki-laki yang mendengarkan. Pada tahun ketiga, kedua-duanya, suami-istri, sama-sama bicara, dan tetangga yang mendengarkan.

**********

Kita sering menganggap bahwa cinta itu karena adanya kecocokan antara keduanya. Kita berusaha mencari kecocokan, tapi sering kali kita gagal karena kita lupa bahwa setiap diri mempunyai egonya atau akunya masing-masing, sehingga selalu timbul perbedaan.

Ketika kita merasa mencintai seseorang, maka yang tampak adalah kesempurnaannya. ”Dia cantik/cakep, setia, rendah hati, baik hati, dan….” begitulah saat kita memujinya setinggi langit. Padahal, sebenarnya, itu hanya sekedar perkiraan kita.

Realitas sesungguhnya adalah ketika kita sudah menikah dengan dia, serumah dengan dia, bahkan sekamar dengan dia. Ketika itulah kita buktikan apakah dia benar-benar cantik/cakep, benar-benar setia, benar-benar rendah hati, benar – benar baik hati, dan benar-benar….

Ketika belum menikah, kita merasa cocok dengan dia karena perkiraan-perkiraan kita itu (bahwa dia cantik/cakep dan “bahwa-bahwa” yang lain), tetapi setelah menikah, ternyata “bahwa-bahwa” itu tidak semuanya benar dan kita menjadi merasa tidak ada kecocokan lagi.

Lalu, bagaimana agar kita selalu cocok dngan dia? Kalau cocok itu menurut “aku” kita, maka akan sulit kita menemukan kecocokan karena dia juga mempunyai “aku”nya sendiri yang mempunyai rasa, keinginan dan pemikiran yang berbeda dengan “aku” kita itu.  Kecocokan itu hanya apabila kita dapat menerima apa adanya dia.  Kuncinya adalah menyandar- kan masalah kepada Sang Pemilik “aku-aku” itu. Saat itu, kita akan merasa bahwa kekurangan yang ada pada pasangan kita adalah kesempurnaannya.

-Nine2

Salam, Harits Azzam


Responses

  1. memang harus ada “penyesuaian”, agar bisa cocok …😆

    salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: