Oleh: Harits Al-Fharizi | 8 April 2011

Children of Heaven : Antara Ide dan Tindakan


 

Entah, sudah berapa kali saya menonton film Children of Heaven. Film yang diproduksi oleh Negara sahabat kita yaitu Iran, memang tidak pernah membuat saya bosan untuk menontonnya. Cerita film ini sangatlah menguras emosi saya, benar-benar mengharukan. Diceritakan bagaimana perjuangan seorang anak lelaki bernama Ali. Dia ingin mengganti sepatu adiknya, yang tidak sengaja dihilangkannya. Akibatnya setiap kali mau pergi sekolah, sang kakak harus menunggu adiknya dulu pulang sekolah untuk tukaran memakai sepatu. Masalah muncul, Ali selalu terlambat. Mempunyai sepatu baru merupakan jalan keluar terbaik bagi mereka berdua.

Akhirnya Ali mempunyai kesempatan untuk memiliki sepatu baru dengan mengikuti perlombaan lari di sekolah. Dimana hadiah untuk pemenang kedua adalah sepasang sepatu. Singkat cerita si kakak berhasil menjadi juara. Tapi bukan juara kedua. Juara pertama. Si kakak kecewa. Karena juara pertama, hadiahnya bukan sepatu.

Dalam film ini diajarkan sebuah proses perjuangan bagaimana seorang anak lelaki mempunyai sebuah tujuan. Sepatu baru. Hasil yang dicapai jauh lebih baik. Tapi dia kecewa. Mengapa ? Karena tidak sesuai dengan tujuannya. Sesuai bunyi sebuah kata bijak ,”Arah lebih penting daripada kecepatan”. Memiliki sepatu baru adalah arah yang mau dicapai si anak lelaki tersebut. Bukan juara, Lain halnya bila dia mau mengejar juara. Tentu saja hadiah apapun yang diterimanya. Pasti oke. Karena arahnya ke prestasi bukan hadiah.

Tapi apabila kita mempunyai sebuah tujuan apakah sudah berarti kita bisa sukses? Jawabannya belum tentu . Tujuan itu sangatlah penting, namun bila tanpa adanya suatu tindakan maka tujuan tersebut menjadi sia-sia belaka.

Kunci yang paling penting adalah tindakan. Tanpa tindakan itu hanya sia-sia belaka. Apakah anda pernah mempunyai sebuah ide? Mungkin sebuah ide yang sederhana. Seperti memiliki sebuah sepatu baru. Ide akan sia –sia bila hanya di pikiran saja. Ali mempunyai ide mengganti sepatu adiknya. Tapi dia langsung bertindak mewujudkan idenya. Ikut lomba adalah satu tindakannya. Walaupun hasil akhir belum sesuai dengan tujuannya. Tidak masalah. Yang penting dia sudah bertindak.

 

Salam, Harits Azzam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: