Oleh: Harits Al-Fharizi | 13 Juli 2011

Menunggu Tuhan…


Seorang mahasiswa sedang duduk di depan sebuah ruangan. Dia sedang menunggu dosen yang akan menguji skripsinya untuk syarat kelulusan. Kakinya digerak-gerakkan, sementara wajahnya berkerut-kerut, pertanda dia dalam kecemasan yang amat sangat. Sementara, di sampinya, duduk pula seorang mahasiswa yang punya kepentingan yang sama.

Mahasiswa yang kedua mengulurkan tangannya mengajak berkenalan, “Hai, kenalkan, saya Fajar.” Mahasiswa yang pertama menjawab, “Oh, iya, saya Rangga.” Setelah berbasa-basi sekedarnya, mahasiswa yang bernama Rangga itu berkata, “maaf, Fajar, aku lihat dari tadi kamu tenang-tenang saja. Apakah kamu tidak cemas menunggu Pak Saiful, dosen yang akan menguji kita itu. Kata teman-temanku, dia sangat galak dan suka mengejek. Mereka bilang lebih baik bertemu macan dari pada bertemu dia.”

“Aku tahu..”

“Lalu, mengapa kamu tenang-tenang saja dan tidak khawatir..?”

“Karena aku sedang menunggu Tuhanku yang Maha Pengasih..”

“Apa kamu bilang? Bukankah kamu ke sini mau ujian skripsi, bukan mau sembahyang?”

“Iya…”

“Artinya, kamu menunggu Pak Saiful, kan?”

“Tidak, aku sedang menunggu Tuhan…”

“Aku tidak mengerti..”

“Baiklah. Memang, tampaknya aku sedang menunggu Pak Saiful, tapi sebenarnya aku sedang menunggu Tuhan berkehendak apa terhadap diriku hari ini. Kalau Tuhanku berkehendak Pak Saiful tersenyum ramah, berkata lembut dan meluluskan ujianku, tentu aku akan sangat bersyukur. Kalau ternyata Tuhanku menyuruh Pak Saiful membentakku, memaki, mengejek dan tidak meluluskan ujian skripsiku, ya aku harus menerima denga ikhlas, setidaknya aku sudah berusaha dengan semaksimal mungkin. Bukankah apa yang tuhan kehendaki selalu baik bagi hamba-Nya?”

“Pantas, kamu begitu tenang, Fajar..”

**********

Tuhan tak hadir dalam bentuk yang tidak bisa dipahami manusia. Tuhan hadir dengan cara yang tak terbatas. Kewajiban kita adalah selalu merasakan kehadiran-Nya di balik segala peristiwa. Ada Tuhan di balik kenikmatan. Ada Tuhan di balik kesusahan. Ada Tuhan di balik keberhasilan. Ada Tuhan pula di balik kegagalan.

Dia hadir dalam keindahan lautan; dalam indahnya pegunungan; dalam badai yang menakutkan; maupun dalam gempa yang mengerikan. Jadi, Tuhan senantiasa hadir, tergantung kita menyadarinya atau tidak.

Salam, Harits


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: