Oleh: Harits Al-Fharizi | 25 Oktober 2011

Salah Sangka


Dalam suatu perjalanan kereta api Jakarta-Jogja, seorang anak muda duduk berhadap-hadapan dengan seorang nenek. Selama lebih dari setengah jam, si anak muda itu sibuk mengunyah-ngunyah permen karetnya dan si nenek terus mencondongkan kepalanya ke wajah anak muda itu.

Dan, akhirnya berkatalah si nenek,
“Nak, terima kasih atas usahamu untuk bercakap-cakap dengan nenek. Tapi, maaf nenek ini sebenarnya tuli..”

***********

Perasaan nenek itu sungguh sangat baik, ia berbaik sangka kepada pemuda di depannya. Tetapi, kebaikannya tak ditunjang oleh indra yang mumpuni. Ya jadinya lucu dan sangat menggelikan.

Namun dari cerita ini kita bisa belajar bahwa, berbuat baik tanpa ilmu itu kurang efektif, bahkan lucu dan tak jarang membahayakn. Semua potensi yang kita miliki harus kita aktifkan agar menunjang tugas-tugas kemanusiaan kita.

Al-Fharizi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: