Oleh: Harits Al-Fharizi | 25 November 2011

Alat Untuk Melihat Tembus Tembok


“Sudahkah anda tahu, bahwa seorang insinyur muda berbakat telah menemukan suatu alat untuk melihat tembus tembok?” Tanya seorang profesor kepada temannya yang berprofesi sama dengannya.

“Wah…, saya belum tahu tentang itu. Lalu apa nama alat itu? Tanya temannya dengan nada semangat.

Lalu profesor pertama itu dengan serius menjelaskan kepada rekannya, “Alat itu, dia sebut
jendela..”

**********

Dari cerita pendek di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa berfikir sederhana itu sangatlah penting. Bukan berarti saya sepakat atau setuju untuk selalu menyederhanakan masalah. Menurut saya berfikir sederhana adalah menilai yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

Begitu pula dengan menanggapi masalah, dengan berfikir sederhana kita bisa secara proposional menimbang berat dan ringannya sutau masalah dan menghadapinya sesuai porsinya.

Bagi saya, hal yang paling sederhana adalah: “Tidak ada yang sederhana jika ‘dipikirkan’ Karena ketika sesuatu dianggap remeh, kesalahan pertama telah dimulai”

Anekdot Pinggir Jalan
Harits


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: