Oleh: Harits Al-Fharizi | 31 Maret 2012

(Anekdot) Kata Bijak Bapak


http://enjoy4shop.wordpress.com/

Kisah ini dimulai ketika hari pertama masuk sekolah, setelah para murid berpuas menikmati libur panjang kenaikkan kelas. Seperti biasa, pagi itu ketika pelajaran akan dimulai, terjadilah obrolan ringan antara ibu guru dengan murid-muridnya

Bu Guru             : Anak anak, bagimana perasaan kalian saat ini?
Murid-murid   : Senang sekali bu!
Bu Guru             : Baiklah, sebelum ibu memulai pelajaran, ibu akan menanyakan kata-kata bijak yang sering
Diucapkan oleh orang tua kalian?
Ya.., dimulai dari Kamu Joko..
Joko                   : Kata bapak saya “Sesulit apapun hidup ini, kita harus hadapi dan tetap LANJUTKAN!“
Bu Guru            : Oooh.., Bagus sekali Joko..
Bapak kamu pasti Simpatisan part*i demok**t ya?
Joko                   : Betul sekali bu..
Bu Guru            : Pantesan, sekarang kamu Joki..!
Joki                    : kata bapak saya “Hidup ini harus kuat dan tahan banting seperti BANTENG!“
Bu Guru            : Wah super sekali Joki..
Pasti bapak kamu anggota part*i PD*P
Joki                    : Betul banget bu…
Bu Guru            : Pantesan, sekarang kamu Juki..!
Juki                    : Kata bapak saya “Lebih baik Memberi Daripada Diberi..”
Bu Guru            : Wooow..Ini baru hebat !!
Bapak kamu pasti ustadz ya?
Juki                    : Hmm… Bukan e Bu..
Bu Guru            : Oooh..,pasti bapak kamu seorang yang taat ibadahnya kan?
Juki                    : Hmmm… Bukan juga e Bu..
Bu Guru            : Pasti bapak kamu orang yang baik hati dan suka menolong sesama ya?
Juki                    : Hmmm… Sekali lagi, Bukan itu juga e Bu…

Bu Guru pun tampak kecewa dan kesal.

Bu Guru           : Terus apa dong Juki..!!!

Juki tampak malu-malu untuk berterus terang. Namun akhirnya memberanikan diri untuk menjawab.

Juki                   : Nganu Bu…sebenarnya…
Bapak saya itu seorang Petinju Bu….
Bu Guru           : Hah Apa ????? !!!!!!

**********

Pikiran orang tak mesti selalu sama dengan pikiran kita. Bila seorang kaya diberi tahu harga sebuah laptop adalah enam juta, maka dalam pikirannya dia bergumam “Ah.., itu sih murah.” Namun, bila orang yang belum kaya (baca : miskin) diberi tahu harga laptop itu, bisa jadi ia bergumam, “ Wah.., mahal sekali ya..”

Objeknya sama, namun kesimpulannya bisa jadi berbeda-beda. Hal ini sangat dipengaruhi oleh latar belakang, pola pikir dan keadaan orang masing-masing. Seperti kata bijak dalam bahasa Arab “Kullu ra’sin ra’yun” Setiap kepala itu punya pemikirannya masing-masing.

Pada masa ini, sangatlah penting bagi kita untuk melatih cara berpikir yang benar, sehingga menghasilkan kesimpulan yang tidak sesat dan membahayakan. Karena sekali lagi, bila kita menggunakan logika yang kurang tepat, maka hal itu akan berdampak pada kesimpulan yang berbeda dan membingungkan serta bisa membahayakan.

Enjoy !!

Al-Fharizi
Sebuah Anekdot untuk menjaga kesehatan, melembutkan emosi, menajamkan pikiran dan menjernihkan ruhani.

Iklan

Responses

  1. Hahaha, ini kolaborasi E= eMCe (kuadrat) sama quote Petualangan Sherina, bukan ya?. Semua bersifat “relatif” so “lihat segalanya lebih dekat” (dan kau akan mengerti) #sotoy, he.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: