Oleh: Harits Al-Fharizi | 19 Mei 2012

Terkenal?



Media saat ini hanya punya satu bahasa: “Jika kamu tidak terkenal, maka kamu bukan siapa-siapa.”, bahkan yang paling mengerikan dan juga menggelikan adalah bahwa menjadi terkenal saat ini tidak harus karena kebaikan. Ia bisa membuat yang buruk tampil ‘terkesan’ baik, alami, manusiawi dan bagian dari hak asasi. Sebaliknya, ia bisa pula menampilkan orang-orang baik dalam format yang kumal, lusuh dan tak punya semangat hidup.

Media bahkan telah berhasil ‘menguasai’ pola pikir kita untuk mengakui bahwa orang-orang besar ialah mereka yang berulang kali muncul di televisi, tampil di atas panggung dan berlagak di atas pentas. Maka segalanya pun menjadi sangat terbatas dan hanya milik orang-orang kelas ‘atas’. Padahal di sisi lain, ada banyak orang baik yang tidak kita kenal. Ada banyak orang baik yang tidak pernah dikenal. Ada banyak orang baik, yang seumur hidupnya, hingga akhir hayatnya, tidak pernah sedetik pun muncul di televisi.

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Berapa banyak orang yang kusut dan berdebu, memakai selembar pakaian lusuh, yang tidak mengundang perhatian, namun sekiranya ia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah mengabulkannya.” (HR. Turmudzi)

Hadits di atas mengajari kita untuk tidak pernah sedetik pun merasa lebih baik dari orang lain, dalam hal apa saja. Agar kita juga tidak mengukur kebaikan dengan kacamata diri kita sendiri. Selalu memandang bahwa orang lain tidak sebaik diri kita adalah sebuah kesalahan besar.

Siapapun kita, sejujurnya kita bukanlah siapa-siapa. Dilihat dari realita bahwa ada banyak orang lain diluar sana, yang mungkin tidak pernah kita kenal sebelumnya dan mungkin tidak akan pernah kita kenal selamanya. Sangat mungkin diantara mereka adalah orang-orang yang jauh lebih baik, lebih terhormat, lebih banyak kebajikannya, lebih luas pengetahuaanya, lebih khusyu’ penghambaannya dan lebih kuat pengharapannya kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala daripada kita.

Imam As-Syafi’i Rahmatullah Alaik mengajarkan kita, bahwa menjadi baik, tidak harus terkenal, beliau berkata, “saya ingin sekali manusia mengetahui ilmu ini (menjadi baik tanpa tekenal), dan tidak menisbahkannnya sedikitpun pada diri saya selama-lamanya.” Beliau lantas memberi alasan, “agar aku diberi pahala karenanya, dan mereka tidak memujiku.”

Menjadi baik, tidak harus terkenal. Sebagaimana orang-orang terkenal, bukan berarti mereka orang-orang yang layak ditiru. Ini adalah zaman dimana keternaran bisa dengan modal murahan, termasuk menggadaikan kehormatan dan jati diri.

kita harus yakin, ada begitu banyak orang yang tak kita kenal, tapi mereka jauh lebih baik dari kita. Karena dengan hal ini kita bisa menumbuhkan kesadaran bahwa kita tidak boleh merasa cukup, merasa lebih baik, sebab kelak hanya di akhirat, kita akan tahu, dalam persidangan massal seluruh penduduk bumi, apakah kita baik atau tidak baik dan juga menumbuhkan semnagat kita untuk senantiasa membenahi diri untuk melakukan kebaikan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda, “sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang sembunyi-sembunyi, miskin, bertakwa dan berbuat kebajikan. Jika mereka tidak tampak mereka tidak dicari orang, dan apabila mereka tampak mereka juga tidak dikenali orang. Hati mereka adalah pelita-pelita petunjuk. Mereka keluar dari segala cobaan yang buta dan gelap. ”’

Mengutip dari kata-kata Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu’anhu “Jadilah manusia paling baik di sisi Allah. (tetapi) Jadilah manusia paling buruk dalam pandangan dirimu, (dan) jadilah manusia biasa di hadapan orang lain.”

Jadi selalu ingatlah, bahwa ada banyak orang yang memilih untuk tidak dikenal…

Salam satu langit, satu bumi, satu manusia…

Harits


Responses

  1. photo monyetnya lucu mas xixixixi

  2. LIKE THIS BANGET !!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: