Oleh: Harits Al-Fharizi | 20 Mei 2012

Pemenang Tak Pernah Putus Asa


” Jangan sekali-kali kamu memperkecil cita-citamu,
karena sesungguhnya aku tidak melihat seseorang yang terbelenggu
kecuali karena ia tidak memiliki cita-cita.”
(Umar bin Khattab)

Final liga champion 2012, chelsea harus ‘bertamu’ ke Allianz Arena, yang merupakan kandang Bayern Munchen dan juga tempat yang dianggap paling ‘angker’ bagi sebagian klub-klub top Eropa.

Tak cukup sampai disitu, chelsea ternyata tak harus berhadapan dengan 11 pemain lawan, tetapi juga ratusan ribu penonton yang merupakan fans setia The Bavaria (julukan Bayern Munchen) dan jutaan pasang mata penonton televisi yang juga meragukan the blues bisa menggondol piala Champion di Allianz Arena. Bahkan, Chelsea juga tidak akan diperkuat empat pilarnya yaitu captain John Terry, Raul Meireles, Ramires dan juga Ivanovic. Maka tak berlebihan bila berbagai media dan bursa taruhan menjagokan Robben CS bisa menghancurkan pasukan Di Matteo itu dan memenangkan liga Champion.

Bermain bertahan ala Italia sejak menit awal, sehingga selalu ‘digempur’ lawan, bahkan sempat tercatat penguasaan bola Chelsea hanya 35% dibanding Munchen yang 65%, . Prediksi kekalahan semakin nyata, terlebih setelah the blues kebobolan lebih dulu di menit 83 oleh gol yang dibuat Muller. Tapi semangat perjuangan ditunjukkan Drogba Cs, hingga menyamakan keadaan dengan skor 1-1 di akhir pertandingan. The blues memaksa Bayern Munchen untuk bermain di babak tambahan, berkat goal yang dibuat Drogba di menit 88 menjelang injury time.

Pertandingan di waktu normal berkesudahan 1-1, dan dilanjutkan dengan babak extra time yang juga tak mengubah skor. Penentuan juara akhirnya dilakukan lewat adu tos-tosan. Penendang terakhir The Blues, Didier Drogba, memastikan gelar buat tim asal London itu. Malam itu pun Chelsea berpesta untuk gelar liga Champion pertamanya. Congratulations to Chelsea!

*******

Kawan, dalam hidup kadang kita menghadapi situasi yang serba tertekan dan menekan, diragukan dan hanya dipandang sebelah mata oleh banyak orang, terlebih saat kekuatan berkurangpenuh keterbatasan. Namun saat semangat juang tak redup, maka kita punya kesempatan menjawab keraguan orang banyak dan meraih kemenangan.

Teruslah berjuang kawan, jangan pernah menyerah sampai waktu terakhir sampai dunia berakhir.

Salam, Harits


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: