Oleh: Harits Al-Fharizi | 21 Agustus 2012

Temani Bocah Itu


Seorang bocah mengadu pada hujan
Tulang dadaku bertambah satu, katanya
Kemarin saat senja baru saja dihitungnya
Mungkin perhitunganya keliru bisik hujan

Coba kau tanya ibu
Ibu telah tiada
Waktu aku menyapa dunia
Lirihnya dalam hati yang memilu

Jangan tanya tentang ayah, sergapnya
Karena ayah telah telah pergi entah kemana
Bahkan saat aku masih dalam rahim ibu
Hatinya kian memilu

Hujan miris menatapnya
Bocah itu telanjang biarkan hujan jilatinya
Kembali dihitung tulang-tulangnya
Yang tunjukkan kebanggan di tubuh kecilnya

Salam, Harits
Oleh-oleh sepulang dari Panti Asuhan Cahaya Mentari


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: